Minggu, 20 November 2011

Tunagrahita Kita Berbicara di Pentas Dunia


Amran tampak bangga. Sambil bercerita, ia beberapa kali merangkul Michael Rosihan Yacub (13 tahun). ”Michael, waktu olimpiade kemarin bisa dapat medali perak dan perunggu ya. Wah, hebat kan,” katanya sambil menepuk punggung Michael. Sementara yang dipuji hanya mesem-mesem saja.
Kebanggaan Amran amat beralasan. Maklum Michael adalah salah seorang anak yang memiliki keterbatasan intelektual – lazim disebut tunagrahita. Bagi anak tunagrahita dapat berprestasi dalam arena Special Olympics Games 2003 di Dublin, Irlandia, beberapa waktu merupakan sebuah catatan emas. Tak mudah untuk berbicara di pentas dunia itu.

Kamis, 03 November 2011

Autis & Tuna Grahita, Beda!

Hati-hati memberikan layanan pendidikan terhadap anak-anak yang sulit berkomunikasi, keliru pendekatan dan terapi sangat beresiko menghambat perkembangan intelegensia anak. Tidak selamanya anak-anak yang sulit berkomunikasi itu adalah anak tuna grahita. Bisa jadi anak yang bergejala demikian tergolong autisme. Antara autisme dan tuna grahita terdapat perbedaan mendasar sehingga perlakuan yang diberikan pun harus berbeda.

Menurut Eko Djatmiko Sukarso, Direktur Pembinaan SLB Depdiknas, Autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain, dan emosi. Penyebabnya karena antar jaringan dan fungsi otak tidak sinkron, ada yang maju pesat sedangkan yang lainnya biasa-biasa saja.Survey menunjukkan anak-anak autisme lahir dari ibu-ibu kalangan ekonomi menengah ke atas.